Perubahan Pola Penyakit Menular dan Tidak Menular Serta Kematian di Indonesia

Perubahan pola penyakit tersebut telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang dianggap tidak dapat disebarkan dari seseorang terhadap orang lain secara langsung, sebagian muncul ketika lahir, sedangkan lainnya disebabkan oleh gaya hidup dan lingkungan, diantaranya adalah asma, talasemia, autisme, penyakit jantung, diabetes melitus, stroke, kanker. Berdasarkan penyakit tersebut, penyakit tidak menular utama yang diakibatkan oleh gaya hidup adalah penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes melitus.

Status kesehatan baik seseorang, kelompok, maupun organisasi dipengaruhi oleh 4 faktor utama, yaitu faktor lingkungan, faktor gaya hidup, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor hereditas. Kemajuan yang terjadi pada era globalisasi telah mengubah cara pandang penduduk dunia dan melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tidak sesuai dengan gaya hidup sehat. Peningkatan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular setiap tahunnya semakin mengkhawatirkan.

download

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang bersifat tidak menular, kronis (menahun), timbul karena semakin menurunnya (kemunduran) kondisi dan fungsi organ tubuh seiring dengan proses penuaan. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, antara lain: penyakit jantung dan pembuluh darah (hipertensi, jantung, stroke), endokrin (diabetes mellitus, thyroid, kekurangan nutrisi, hiperkolesterol), neoplasma (tumor jinak, tumor ganas), osteophorosis, gangguan pencernaan (konstipasi, wasir, kanker usus), dan kegemukan.

download

Kematian penyakit degeneratif DCS terbanyak pada usia ≥ 55 tahun. Memasuki usia 30 tahun, pembuluh darah manusia secara perlahan tapi pasti mulai kehilangan daya elastisitasnya. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga usia rata-rata manusia setinggi 80 tahun. Proses penuaan pembuluh darah sendiri terjadi pada usia 40–50 tahun. (Setianto, B, 2007). Faktor usia memengaruhi kemunduran fungsi tubuh termasuk kekakuan pembuluh darah (mengkerut dan menua).

download-3

Perempuan lebih banyak terdapat pada kematian penyakit degeneratif ENMD dan DCS. Usia 40–60 tahun merupakan masa krisis bagi perempuan. Pada usia ini perempuan biasanya sedang mencapai puncak karir, dan justru pada masa tersebut mereka akan mengalami menopause (usia 45–55 tahun). Kondisi menopouse dapat menurunkan produksi hormon wanita (estrogen dan progesteron). Dengan penurunannya, maka distribusi lemak tubuh mulai terganggu. Penimbunan lemak yang tidak terdistribusi dengan baik akan memengaruhi metabolisme tubuh. Bila proses ini diikuti dengan pola makan, gaya hidup, dan aktivitas tidak sehat secara berkepanjangan, maka setelah usia 60 tahun individu akan rentan terhadap serangan penyakit degeneratif.

download-2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s